Kamis, 18 Februari 2010

Isi Amunisi Di Rumah Pohon

Setelah beberapa hari sibuk dengan Training Of Trainer terjemah al-Qur'an, tidak ada salahnya sejenak mengisi amunisi. Makanan bergizi akan dapat menopang gerakan pen-dakwah sehingga bisa lebih optimal. Makan adalah sesuatu yang mubah (boleh-boleh saja). Namun bagi orang yang cerdas, akan mampu menyulap sesuatu yang mubah menjadi sunnah. Contohnya makan makanan yang halal, toyyib dan bebas dari shubhat. Juga makan dalam rangka menyiapkan fisik, makan secara berjama'ah, pakai tangan kanan dll.

Rabu, 10 Februari 2010

Mampu Menerjemahkan Quran Tanpa Bahasa Arab Dulu

Setiap saat kaum muslimin memohon petunjuk dari Allah, dengan mengatakan ihdinash-shiratal mustaqim (tunjukkan kami jalan yang lurus). Padahal sebebenarnya Allah SWT sudah memberikan petunjuk jalan yang lurus, yaitu al-Qur'an. Ironisnya,banyak kaum muslimin yang belum mampu menerjemahkan al-Qur'an. Ketidakmampuan menerjemahkan al-Qur'an tentu akan berdampak semakin menjauhkan mereka dari petunjuk Allah yang tertera dalam al-Qur'an. Ketidakmampuan biasanya disebabkan malas, sibuk dan problem bahasa Arab. Training Of rainers Terjemah al-Qur'an metode Hasyimiyah berusaha menjawab problem tersebut, dengan menghadirkan belajar menerjemah tanpa harus belajar bahasa Arab terlebih dahulu. TOT yang dibimbing oleh Ust. Aris Gunawan Hasyim ini dihadiri oleh 80 orang peserta dari berbagai wilayah seperti Jogja, Bantul, Sleman, Purworejo, Kendal, Semarang dll. Semoga Bermanfaat..

Selasa, 26 Januari 2010

Borobudur Versi Al-Quran

Sungguh tidak banyak yang mengetahui bahwa simbul-simbul Islam banyak ditemukan di Borobudur. Karena sudah sejak lama, borobudur menjadi klaim hindu/budha. Ekspedisi Melintas Dua Shubuh bersama KH Fahmi Basya sungguh menakjubkan. Hasil penelitian beliau telah menemukan adanya indikator-indikator bahwa kisah Nabi Sulaiman dan ratu Saba ada di Borobudur dan Ratu Boko. Sleman berasal dari Sulaiman. Wonosobo berasal dari Hutan (ratu) Shaba. Lihat pula relief-relief di sekitarBorobudur, disana sarat dengan cerita-cerita Nabi Sulaiman seperti burung Hud-hud, Tabut dan lain-lain. Allahu A'lam

Selasa, 01 Desember 2009

Qurban: Istiqamah dalam ke-Tanpa Maknaan

Ibadah-ibadah yang bernuansa sosial agaknya tetap tak bergeming, istiqomah dalam "ketanpa maknaan". Mental-mental "QOBIL" agaknya makin merasuki sebagian kaum muslimin. Sebenarnya saya merasa senang dengan datangnya Idul Adha. Namun satu sisi, miris pula melihat prakteknya. Lihat saja bagaimana orang miskin harus berebut daqing qurban bak harimau hendak memangsa buruannya. Shohibul Qurban memesan jatah daging terbaik dari sembelihannya. Panitia tak ketinggalan meminta jatah lebih dari yang seharusnya. Belum lagi para aghniya' masih pada enggan mengulurkan hewan qurbannya ke daerah-daerah yang membutuhkan. Fenomena ini sungguh miris. Harus ada upaya kedepan untuk memperbaikinya. Paling tidak dengan motivasi yang benar akan memberikan dampak positif bagi pe-qurbannya. So ini PeEr bersama, mewujudkan qurban yang penuh makna..

Template by : kendhin x-template.blogspot.com