Selasa, 25 Agustus 2009

Menimbang kelayakan "Haramnya Mengemis"

Fenomena pengemis menjadi ladang pekerjaan telah banyak merebak di berbagai daerah. Tangoklah bagaimana anak-anak sampai orang dewasa yang setiap hari menengadahkan tangannya ke jalan, rumah, toko dll untuk mengais rejeki. Awalnya terasa wajar, karena seolah mereka memang sedang membutuhkan rejeki untuk sekedar mempertahankan hidupnya. Namun lama kelamaan banyak hal yang menyimpang dari perilaku para pengemis. Lihat, bagaimana para ibu mengeksploitasi anak-anaknya dijalanan, orang sehat berpura-pura sakit dengan melumuri kakinya dgn darah buatan, atau orang-orang tua yang di sebar ke berbagai daerah oleh sindikat tertentu. Hal ini tentu memilukan. Apalagi telah ditemukan fakta bahwa para sebagian pengemis bukanlah orang miskin. Perlu barangkali sejenak menengok salah satu hadits Nabi saw sebagai bahan pertimbangan istimbat hukum, tentang pengemi. Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, “Barangsiapa meminta-minta kepada manusia sementara ia memiliki kemampuan maka ia datang pada hari kiamat dengan bekas cakaran atau garukan di wajahnya”. Ada yang bertanya, “Apakah batas kecukupan itu ya Rasulullah?” Belum berkata, “50 dirham atau emas yang seharga dengan itu.” [Shahih, Abu Dawud 1626, Tirmidzi 650, Nasa'I V/97, Ibnu Majah 1840, Ahmad I/388 & 441, Ad Darimi I/386]

Kamis, 23 Juli 2009

Ini Semua Tentang Alam

Alam itu punya sifat dasar indah, sejuk, nyaman, adem, seger, ramah. Hanya saja, dia bisa seketika merubah ujudnya menjadi mengerikan. Itu sangat tergantung bagaimana kita bergaul dengan alam. Angin itu sejuk, tapi bisa membuat remuk. Air itu menyegarkan, tapi kadang menghancurkan. Api itu hangat, tapi bisa juga menyengat. So tebarlah senyum kepada alam. Karena alam adalah sahabat. Dekatlah dengan alam, maka kau akan temukan kedamaian..

Minggu, 24 Mei 2009

Belajar Dari Cicak & Ayam

Banyak yang tidak percaya bahwa Allah telah menjamin seluruh kehidupan makhluknya. Sehingga banyak yang harus pontang-panting untuk mendapatkan harta mulai dari yang halal sampai yang haram demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Harta telah menjadi tujuan, motivasi didalam setiap aktivitasnya karena takut tidak bisa hidup tanpa harta. Saudaraku..marilah kita belajar dari makhluk yang tidak berdaya seperti cicak dan ayam. Cicak tidak mampu terbang, sementara makanannya nyamuk bisa terbang. Ayam betina bertelur, setelah menetas ditinggal si jago, mereka tidak punya makanan simpanan, tempat tinggal untuk menghidupi sekian banyak anaknya dan kondisi seperti itu terus berulang. Tidakkah kalian berfikir, darimana mereka bisa hidup? Bagaimana mungkin cicak dan ayam bisa hidup kalau Allah tidak menjamin kehidupannnya..

Antara Kerja dan Dakwah

Membagi waktu antara bekerja dan dakwah amatlah sulit. Selain waktu yang sempit, terkadang waktu telah habis untuk bekerja tanpa ada jaminan hasil akan maksimal. Kepentingan dakwah hampir pasti terpinggirkan karena ada disisa-sisa tenaga pasca bekerja. Disinilah perlu ada kompromi yang tidak mengalahkan kedua kepentingan tersebut. Bekerja sambil berdakwah, atau berdakwah sambil bekerja. Ternyata kedua-duanya kurang tepat. Karena sesungguhnya kebutuhan yang dapat dihasilkan dari bekerja, mampu tercukupi oleh imbas dari kegiatan dakwah. Setidaknya itulah pengalaman kami & teman-teman selama roadshow menyebarkan pelatihan al-Qur'an 11 kota di DIY dan Jateng. Allah swt pun telah berjanji akan menolong siapa saja yang menolong agama Allah. So..berdakwahlah, tolonglah agama Allah, insya Allah kebutuhan duniamu akan dicukupkan oleh Allah...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com