Rabu, 10 Februari 2010

Mampu Menerjemahkan Quran Tanpa Bahasa Arab Dulu

Setiap saat kaum muslimin memohon petunjuk dari Allah, dengan mengatakan ihdinash-shiratal mustaqim (tunjukkan kami jalan yang lurus). Padahal sebebenarnya Allah SWT sudah memberikan petunjuk jalan yang lurus, yaitu al-Qur'an. Ironisnya,banyak kaum muslimin yang belum mampu menerjemahkan al-Qur'an. Ketidakmampuan menerjemahkan al-Qur'an tentu akan berdampak semakin menjauhkan mereka dari petunjuk Allah yang tertera dalam al-Qur'an. Ketidakmampuan biasanya disebabkan malas, sibuk dan problem bahasa Arab. Training Of rainers Terjemah al-Qur'an metode Hasyimiyah berusaha menjawab problem tersebut, dengan menghadirkan belajar menerjemah tanpa harus belajar bahasa Arab terlebih dahulu. TOT yang dibimbing oleh Ust. Aris Gunawan Hasyim ini dihadiri oleh 80 orang peserta dari berbagai wilayah seperti Jogja, Bantul, Sleman, Purworejo, Kendal, Semarang dll. Semoga Bermanfaat..

Selasa, 26 Januari 2010

Borobudur Versi Al-Quran

Sungguh tidak banyak yang mengetahui bahwa simbul-simbul Islam banyak ditemukan di Borobudur. Karena sudah sejak lama, borobudur menjadi klaim hindu/budha. Ekspedisi Melintas Dua Shubuh bersama KH Fahmi Basya sungguh menakjubkan. Hasil penelitian beliau telah menemukan adanya indikator-indikator bahwa kisah Nabi Sulaiman dan ratu Saba ada di Borobudur dan Ratu Boko. Sleman berasal dari Sulaiman. Wonosobo berasal dari Hutan (ratu) Shaba. Lihat pula relief-relief di sekitarBorobudur, disana sarat dengan cerita-cerita Nabi Sulaiman seperti burung Hud-hud, Tabut dan lain-lain. Allahu A'lam

Selasa, 01 Desember 2009

Qurban: Istiqamah dalam ke-Tanpa Maknaan

Ibadah-ibadah yang bernuansa sosial agaknya tetap tak bergeming, istiqomah dalam "ketanpa maknaan". Mental-mental "QOBIL" agaknya makin merasuki sebagian kaum muslimin. Sebenarnya saya merasa senang dengan datangnya Idul Adha. Namun satu sisi, miris pula melihat prakteknya. Lihat saja bagaimana orang miskin harus berebut daqing qurban bak harimau hendak memangsa buruannya. Shohibul Qurban memesan jatah daging terbaik dari sembelihannya. Panitia tak ketinggalan meminta jatah lebih dari yang seharusnya. Belum lagi para aghniya' masih pada enggan mengulurkan hewan qurbannya ke daerah-daerah yang membutuhkan. Fenomena ini sungguh miris. Harus ada upaya kedepan untuk memperbaikinya. Paling tidak dengan motivasi yang benar akan memberikan dampak positif bagi pe-qurbannya. So ini PeEr bersama, mewujudkan qurban yang penuh makna..

Selasa, 24 November 2009

Mengukur Ketulusan Jama'ah Haji: Antara Haji dan Rekreasi

Kurang lebih 210 ribu warga negara Indonesia menunaikan ibadah haji. Sebagai jama'ah terbesar di dunia, tentu problem yang dihadapi makin komplek juga. Khusus problem motivasi, agaknya jadi problem serius. Hal ini terbukti, belum ada dampak yang signifikan terhadap problem-problem sosial, politik di indonesia pasca para jama'ah menunaikan ibadah haji. Semakin banyak alumni-alumni haji seharusnya Indonesia dapat terurus dengan baik, namun nyata tak berbekas. Pemberian gelar haji bagi alumni haji agaknya justru menjadi batu sandungan mereka tuk bergerak mengatasi problem-problem sosial. Mereka justru enggan bergaul dengan orang-orang ekonomi lemah, karena merasa derajatnya lebih tinggi dibanding yang belum haji. So yang belum haji, tata motivasi sebelum berangkat haji..

Template by : kendhin x-template.blogspot.com